➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Selasa, 03 Dzulhijjah 1437 H / 06 September 2016 M
๐ค Ustadz Abdurahman Yurisya, Lc.
๐ Materi Akademi Parenting | Aqidah
ุจุณู ุงّููู ุงูุฑุญู ู ุงูุฑุญูู
ุงูุญู ุฏ ููู ูุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู ุนูู ุฑุณูู ุงููู
Wali santri yang dirahmati oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta'ฤla.
Pembahasan kita kali ini tentang Hakekat & Kedudukan Tauhid dalam Islam.
Tauhid merupakan kewajiban utama dan pertama yang diperintahkan Allah kepada setiap hamba-Nya. Tauhid merupakan dasar agama kita yang mulia ini. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi kita kaum muslimin untuk memahami hakekat dan kedudukan tauhid dengan gambaran umumnya sebagai berikut :
1. Tauhid Merupakan Tujuan Dari Penciptaan Seluruh Makhluk.
Allah swt berfirman :
َูู
َุง ุฎََْููุชُ ุงْูุฌَِّู َูุงูุงِูุณَ ุฅِูุง َِููุนْุจُุฏُِูู
"Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56).Ibnu katsir rahimahullah, meyebutkan tujuan diciptakannya mereka adalah untuk diperintah beribadah kepada Allah swt, bukan karena Allah swt membutuhkan mereka. sebagian ulama salaf menafsirkan maksud dari kata 'menyembah' diatas adalah mentauhidkan Allah swt dalam segala macam bentuk ibadah. kemudian, mereka tidaklah diciptakan untuk menghabiskan waktu dengan bermain-main dan bersenang-senang belaka.
Sebagaimana firman Allah swt:
ุฃََูุญَุณِุจْุชُู
ْ ุฃََّูู
َุง ุฎَََْูููุงُูู
ْ ุนَุจَุซًุง َูุฃََُّููู
ْ ุฅََِْูููุง َูุง ุชُุฑْุฌَุนَُูู
“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main, dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (Al-Mu’minun: 115)2. Tauhid Adalah Tujuan Diutusnya Para Rosul
Allah swt berfirman:
َََูููุฏْ ุจَุนَุซَْูุง ِูู ُِّูู ุฃُู
َّุฉٍ ุฑَุณًُููุง ุฃَِู ุงุนْุจُุฏُูุง ุงََّููู َูุงุฌْุชَِูุจُูุง ุงูุทَّุงุบُูุชَ ۖ َูู
ُِْููู
ْ ู
َْู َูุฏَู ุงَُّููู َูู
ُِْููู
ْ ู
َْู ุญََّูุชْ ุนََِْููู ุงูุถََّูุงَูุฉُ ۚ َูุณِูุฑُูุง ِูู ุงْูุฃَุฑْุถِ َูุงْูุธُุฑُูุง ََْููู َูุงَู ุนَุงِูุจَุฉُ ุงْูู
َُูุฐِّุจَِูู
“Dan sungguh Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah, dan jauhilah Thaghut itu’,maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (An-Nahl: 36).Makna dari ayat ini adalah bahwa para Rasul mulai dari Nabi Nuh sampai Nabi terakhir Nabi kita Muhammad shallallohu alaihi wa sallam diutus oleh Allah untuk mengajak kaumnya untuk beribadah hanya kepada Allah semata dan tidak memepersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Karena beribadah kepada Allah swt dan mengikari thagut inilah yang menjadi pengikat makna dari tauhid itu sendiri.
3. Tauhid Adalah Kewajiban Pertama Dan Terakhir
Rasulullah saw memerintahkan kepada para utusan dakwahnya untuk mengutamakan perkara tauhid daripada perkara lainnya, seperti yang tertuang dalam hadist shahih bukhari & muslim, yaitu ketika Rasulullah mengutus sahabat Muadz bin Jabal ke Yaman, beliau berpesan: "Jadikanlah perkara yang pertama kamu dakwahkan adalah agar mereka mentauhidkan Allah". kemudian, pentingnya tauhid diakhir adalah sebagaimana sabda Rasulullah saw tentang "barang siapa perkataan terakhirnya adalah 'laailaha ilallah' maka ia akan masuk surga. dari sini bisa kita maknai betapa pentingnya tauhid diawal dan diakhir.
4. Tauhid Merupakan Kewajiban Yang Paling Wajib
Allah swt menegaskan dalam surat an nisa' ayat 116:
ุฅَِّู ุงََّููู َูุง َูุบِْูุฑُ ุฃَْู ُูุดْุฑََู ุจِِู ََููุบِْูุฑُ ู
َุง ุฏَُูู ุฐََِٰูู ِูู
َْู َูุดَุงุกُ ۚ ู
َْู ُูุดْุฑِْู ุจِุงَِّููู ََููุฏْ ุถََّู ุถََูุงًูุง ุจَุนِูุฏًุง
"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya.Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya." ketika syirik menjadi larangan terbesar, maka lawannya yaitu tauhid pun menjadi kewajiban yang terbesar pula. Allah swt meletakkan kewajiban tauhid diatas semua kewajiban.5. Hati Yang Salim Adalah Hati Yang Bertauhid
Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal darah. jika segumpal darah tersebut baik maka akan baik pulalah seluruh tubuhnya, adapun jika segumpal darah tersebut rusak maka akan rusak pula seluruh tubuhnya, ketahuilah segumpal darah tersebut adalah hati. kemudian, ”
Allah swt berfirman dalam surat as-Syu’ara ayat 88-89 :
َْููู
َ َูุง ََْูููุนُ ู
َุงٌู ََููุง ุจََُููู
ุฅَِّูุง ู
َْู ุฃَุชَู ุงََّููู ุจَِْููุจٍ ุณَِููู
ٍ
“(Yaitu) hari di mana tidak berguna lagi harta dan anak-anak kecuali mereka yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat (selamat dari kesyirikan dan dosa).” untuk itu, sudah seharusnya kita membersihkan hati dengan memahami tauhid. karena hati yang selamat adalah hati yang bertauhid (mengesakan Allah dalam setiap peribadatannya)6. Tauhid Adalah Hak Allah Yang Harus Ditunaikan Oleh Hamba.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw bersabda:"Hak Allah yg harus ditunaikan hamba yaitu mereka menyembahNya dan tidak mempersekutukanNya dengan sesuatu apapun." (hadist shahih riwayat bukhari & muslim)
Oleh karena itu, mentauhidkan Allah dalam beribadah dan tidak menyekutkanNya dengan sesuatu apapun adalah sesuatu yang harus ditunaikan.
7. Tauhid Adalah Sebab Dari Kemenangan di Dunia & di Akhirat
Para sahabat dari kalangan muhajirin dan anshor adalah bukti sejarah yang dapat dijadikan contoh keteguhan dalam mewujudkan tauhid yang murni, sehingga Allah swt anugerahkan bagi mereka kemenangan di akhirat dan di dunia. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :
َูุงูุณَّุงุจَُِููู ุงْูุฃَََُّูููู ู
َِู ุงْูู
َُูุงุฌِุฑَِูู َูุงْูุฃَْูุตَุงุฑِ َูุงَّูุฐَِูู ุงุชَّุจَุนُُููู
ْ ุจِุฅِุญْุณَุงٍู
ุฑَุถَِู ุงَُّููู ุนَُْููู
ْ َูุฑَุถُูุง ุนَُْูู َูุฃَุนَุฏَّ َُููู
ْ ุฌََّูุงุชٍ ุชَุฌْุฑِู ุชَุญْุชََูุง ุงْูุฃََْููุงุฑُ
ุฎَุงِูุฏَِูู َِูููุง ุฃَุจَุฏًุง ۚ ุฐََِٰูู ุงَْْูููุฒُ ุงْูุนَุธِูู
ُ
“Orang-orang yang terdahulu (masuk Islam) dari kalangan Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah telah ridho kepada mereka dan mereka pun telah ridho kepada Allah. Allah telah menyiapkan bagi mereka surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”(At Taubah: 100)Wali santri yang dirahmati oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta'ฤla.
demikianlah beberapa point penting yang coba kita angkat pada kesempatan kali ini, semoga bermanfaat.
Wallฤhu Ta'ฤla A'lam bish Shawab.